10 Kasus Baru DBD Tercatat di Dinkes Bengkulu Selatan Pada Awal 2025
Indonesiaraja.com,Bengkulu Selatan- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, mencatat adanya 10 kasus baru penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal tahun 2025. Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bengkulu Selatan, Helma Boti, mengungkapkan bahwa meskipun jumlah kasus baru terbilang meningkat di awal tahun ini, pihaknya berharap dapat mengurangi angka kasus DBD di tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Tercatat ada 10 kasus baru DBD pada awal tahun 2025. Sementara pada tahun 2024, total ada 272 kasus penyakit DBD. Kami berharap semoga di tahun 2025 ada penurunan kasus dari tahun sebelumnya,” ujar Helma, Selasa (18/02/2025).
Helma mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dan menjaga kebersihan lingkungan, guna mengurangi potensi berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD. Menurutnya, nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang menjadi penyebab utama DBD, berkembang biak di genangan air yang bersih namun tidak mengalir atau tidak tersentuh tanah.
“DBD bersumber dari nyamuk yang hidup di genangan air yang bersih, seperti air di dalam bak mandi atau air hujan yang tergenang dan tidak tersentuh langsung dengan tanah,” jelasnya.
Helma juga memberikan tips kepada masyarakat untuk mencegah penyakit DBD, di antaranya dengan rutin membersihkan tempat-tempat penampungan air yang tergenang, seperti bak mandi, minimal dua kali seminggu. Selain itu, penggunaan obat nyamuk dan pakaian pelindung juga sangat disarankan.
"Membersihkan tempat-tempat air yang tergenang dan bak mandi itu penting. Selain itu, obat nyamuk bisa ditaburkan di bak mandi, yang dapat diambil di puskesmas setempat secara gratis. Dengan cara ini, diharapkan nyamuk penyebab DBD tidak bisa hidup dan berkembang biak,” imbuh Helma.
Langkah-langkah pencegahan lainnya termasuk menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan jaring nyamuk dan mengurangi aktivitas di luar rumah saat nyamuk sedang aktif, terutama pada pagi dan sore hari.
Dengan upaya pencegahan yang lebih intensif, Dinkes Bengkulu Selatan berharap jumlah kasus DBD di Kabupaten Bengkulu Selatan bisa ditekan dan kesehatan masyarakat dapat terus terjaga.
Reporter : Hanny Tri
Editor : Sherly Mevitasari
- 250057 views
