Skip to main content
x
Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada bulan Desember ini telah mengakibatkan penurunan produksi padi di Provinsi Bengkulu, Minggu 15/12/2024 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Bencana Hidrometeorologi Mengurangi Produksi Padi di Bengkulu

Indonesiaraja.com,Bengkulu- Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada bulan Desember ini telah mengakibatkan penurunan produksi padi di Provinsi Bengkulu. Hujan deras disertai angin kencang dan banjir merusak sejumlah area pertanian padi yang menjadi andalan petani lokal, Minggu (15/12/2024).

Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pertanian (TPHP) Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, memberikan pernyataan terkait dampak yang ditimbulkan oleh bencana ini terhadap sektor pertanian. Menurutnya, sejumlah daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi mengalami kerugian yang cukup besar, terutama di wilayah yang rawan banjir.

"Akibat intensitas hujan yang tinggi dan banjir yang melanda beberapa daerah, banyak lahan pertanian padi terendam, yang menyebabkan tanaman rusak dan mengurangi hasil panen," ujar Rosmala.

Ia menambahkan bahwa pihaknya tengah melakukan pendataan kerusakan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memberikan bantuan kepada petani yang terdampak.

"Kami sedang berupaya memberikan bantuan benih dan pupuk kepada petani yang lahannya rusak. Selain itu, kami juga akan memberikan dukungan teknis untuk memulihkan lahan-lahan pertanian yang terdampak," jelasnya.

Bencana hidrometeorologi ini menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian Bengkulu, yang bergantung pada cuaca yang kondusif untuk menjaga stabilitas produksi padi. Pemerintah Provinsi Bengkulu berjanji untuk terus memantau kondisi ini dan bekerja sama dengan berbagai pihak agar dapat mempercepat pemulihan pasca-bencana.

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Meviitasari