Berikut Beberapa Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Terjadinya TBC
Indonesiaraja.com, Bengkulu- Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini terutama menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang bagian tubuh lainnya, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak. TBC menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, Selasa (24/12/2024).
Berikut gejala umum TBC yakni:
- Batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu
- Batuk darah atau dahak
- Nyeri dada
- Kelelahan
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
- Demam dan keringat malam
Penyakit TBC ini merupakan oenyakit menular dari satu orang ke orang lain melalui udara. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya TBC:
1. Kontak dengan Penderita TBC Aktif
Seseorang yang menghirup udara yang mengandung bakteri TBC dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi dapat tertular.
2. Sistem Kekebalan Tubuh Lemah
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, diabetes, atau mereka yang menjalani terapi imunosupresif, lebih rentan terkena infeksi.
3. Kondisi Hidup yang Padat dan Kurang Ventilasi
Tinggal di lingkungan yang padat penduduk, seperti penjara atau tempat penampungan, dapat meningkatkan risiko penularan TBC.
4. Malnutrisi
Kurangnya asupan gizi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi.
5. Penyalahgunaan Alkohol dan Narkoba
Penggunaan alkohol dan narkoba dapat melemahkan daya tahan tubuh, meningkatkan risiko infeksi.
6. Perjalanan ke atau Tinggal di Daerah dengan Angka TBC Tinggi
Berada di wilayah dengan tingkat kejadian TBC yang tinggi meningkatkan kemungkinan terpapar bakteri.
Penting untuk mengambil langkah pencegahan, seperti vaksinasi BCG dan menjalani pemeriksaan rutin jika berada di lingkungan yang berisiko tinggi, untuk mengurangi kemungkinan terkena TBC.
Diketahui, Pengobatan TBC melibatkan penggunaan kombinasi antibiotik yang harus diambil selama jangka waktu yang cukup lama yakni 6 hingga 9 bulan untuk memastikan bakteri benar-benar hilang dari tubuh.
Penulis : Hanny Try
Editor : Sherly Meviitasari
- 250049 views
