Skip to main content
x
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tengah memperkuat jejaring kesehatan guna mencegah stunting di dua desa rentan pangan, Minggu 19/01/2025 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Dinkes Mukomuko Perkuat Jejaring Kesehatan untuk Cegah Stunting di Desa Rentan Pangan

Indonesiaraja.com,Mukomuko- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, tengah memperkuat jejaring kesehatan guna mencegah stunting di dua desa rentan pangan, yakni Desa Lubuk Selandak dan Gajah Makmur. Penguatan jejaring ini dilakukan untuk menjaga status gizi masyarakat agar terhindar dari stunting dan gizi kurang, Minggu (19/01/2025).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Jajad Sudrajat, menjelaskan bahwa meskipun jumlah tenaga kesehatan yang ditugaskan di desa-desa tersebut masih terbatas, mereka tetap memperkuat jejaring kesehatan yang ada, yang melibatkan puskesmas, puskesmas pembantu, pusat kesehatan desa, serta kader kesehatan desa.

“Ada tenaga kesehatan yang ditugaskan di desa tersebut meskipun jumlahnya belum mencukupi, tetapi kami sudah membentuk jejaring kesehatan mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu, pusat kesehatan desa, hingga kader kesehatan desa. Jejaring inilah yang kita perkuat,” kata Jajad.

Selain itu, petugas kesehatan di desa-desa tersebut secara periodik memberikan pelayanan kesehatan melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Posyandu di berbagai desa tidak hanya melayani imunisasi, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, serta promosi kesehatan.

"Posyandu yang ada di sejumlah desa selama ini tidak hanya melayani imunisasi, tetapi juga fokus pada kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, dan promosi kesehatan,” tambah Jajad.

Untuk mengantisipasi kerentanan pangan di kedua desa tersebut, Dinkes Mukomuko terus memantau status gizi masyarakat, memastikan bahwa mereka tidak mengalami stunting atau gizi kurang. Petugas kesehatan juga secara langsung memantau asupan gizi masyarakat dan melakukan promosi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang.

Terkait dengan hal ini, ada 148 desa dan tiga kelurahan di Kabupaten Mukomuko yang memiliki kader kesehatan. Kader kesehatan ini, yang sudah dilatih, berperan sebagai perpanjangan tangan Dinas Kesehatan untuk menyampaikan informasi tentang kesehatan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing.

"Kader kesehatan yang ada di 148 desa dan tiga kelurahan ini sangat penting dalam menyampaikan informasi tentang kesehatan. Kami memberikan informasi kepada kepala desa dan mereka meneruskan informasi tersebut ke masyarakat,” jelas Jajad.

Dengan langkah-langkah tersebut, Dinkes Mukomuko berharap dapat menurunkan angka stunting di desa-desa rentan pangan dan meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat di Kabupaten Mukomuko.

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari