Skip to main content
x
Sumardi berharap nantinya jika investor tersebut mengelurkan produk diluar jasa, mereka tetap menuliskan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dihasilkan diatas 60 persen. Mengingat perusahan penghasil produk serta bahan berasal dari Indonesia. (Erin Andani/Indoraja)

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Berharap 70 Persen Tenaga Kerja Untuk Investor Asing Dari Warga Bengkulu

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi menjelaskan beberapa waktu lalu investor asing dari Korea telah melakukan kunjungan ke beberapa tempat seperti Mess Pemda, TPI dan Lapangan Golf guna melihat posisi strategi lokasi tersebut. 

Ia menuturkan jika investor asing itu, nantinya akan membuka usahanya, maka Sumardi berharap 70 persen tenaga kerja di perusahan tersebut harus dari daerah Bengkulu.

“Mereka masih melihat letak srategis dan kondisi, serta nilai pasar beberapa tempat tersebut. Kalau nantinya jadi, harapan kita 70 persen tenaga keria di perusahan tersebut berasal dari Provinsi Bengkulu dan 30 persen untuk tingkat tinggi ke atas baru dari mereka,” Kata Sumardi (09/06/23).

Tenaga kerja ini diharap merupakan lulusan universitas-universitas yang ada di Provinsi Bengkulu. Sehingga daya minat tenaga kerja bertitik di Provinsi Bengkulu dan nantinya perputaran uang semakin bertambah.

Ia menuturkan jika investor asing itu, nantinya akan membuka usahanya, maka Sumardi berharap 70 persen tenaga kerja di perusahan tersebut harus dari daerah Bengkulu.

Ia juga menegaskan Bengkulu sangat terbuka kepada investor asing dari berbagai negara yang ingin berinvestasi. Asalkan investor tersebut dapat mengikuti aturan-aturan yang berlaku di Republik Indonesia dengan baik dan benar.

Sumardi berharap nantinya jika investor tersebut mengelurkan produk diluar jasa, mereka tetap menuliskan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dihasilkan diatas 60 persen. Mengingat perusahan penghasil produk serta bahan berasal dari Indonesia.

“Jika ada produk yang dihasilkan dan akan dibawa ke luar Negeri, kita minta dalam komponen produk atau TKDN itu 70 persen tertulis dari Indonesia. Jadi jangan sampai nanti dia cetak dari kita hanya 10 persen dan mereka 90 persen. Sehingga kita cuman mendapatkan dari ekspor saja. Mau kita nilai ekspor tetap dapat, TKDN juga dapat di atas 60 persen. Suapa bhan baku dari pengusaha-pengusaha kita juga hidup,” tutupnya.

Reporter : Erin Andani

Editor : Alna