Skip to main content
x
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) DKPP Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi, Senin 11/11/24 (Foto:Hanny)

DKPP Kota Bengkulu Ajukan Dosis Vaksin Lebih Banyak Cegah Penyakit Wabah Ngorok

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu mengajukan pembelian seribu dosis vaksin untuk mencegah penyebaran penyakit Septicaemia Epizootica atau dikenal sebagai penyakit ngorok pada sapi. 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) DKPP Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi, menyatakan bahwa pengadaan vaksin tersebut direncanakan untuk tahun 2025 dan akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bengkulu.

“Pada tahun 2025 mendatang kita akan mengusulkan sebanyak seribu dosis vaksin khusus penyakit ngorok ini. Pembelian nantinya menggunakan APBD Kota,” kata Henny.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Bengkulu, Henny Kusuma Dewi, menyatakan bahwa penyakit ngorok atau Septicaemia Epizootica telah menjadi endemis di wilayah tersebut. 

Namun, selama beberapa tahun terakhir, perhatian lebih banyak tertuju pada wabah penyakit lain yang juga mengancam kesehatan ternak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan penyakit Jembrana.

Selain pengadaan vaksin khusus untuk penyakit ngorok, DKPP Kota Bengkulu juga mengusulkan pembelian vitamin dan suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh sapi terhadap berbagai penyakit. 

Langkah ini diharapkan tidak hanya mencegah penyebaran penyakit endemis tetapi juga meningkatkan kesehatan dan produktivitas sapi di wilayah Kota Bengkulu secara keseluruhan.

“Kita akan fokus dulu pada wabah penyakit seperti PMK, LSD dan Jembrana ini,” sambungnya.

 


 

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Mevitasari