Harga Sembako di Bengkulu Masih Stabil Menjelang Nataru 2025
Indonesiaraja.com,Bengkulu- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Natura) 2024, harga sejumlah bahan pangan atau sembako di Kota Bengkulu masih stabil, begitu juga dengan persediaannya di tangan para pedagang setempat. Hal ini terpantau di beberapa pasar tradisional di Bengkulu pada Minggu (15/12/2024).
Pantauan Harapan Baru News.com di pasar-pasar tradisional menunjukkan bahwa stok sembako seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, telur, dan bahan pokok lainnya cukup melimpah. Sementara itu, harga sembako masih dalam kondisi normal, karena permintaan dari masyarakat belum mengalami lonjakan signifikan.
“Meski perayaan Natal dan Tahun Baru masih dua pekan lagi, permintaan sembako dari masyarakat belum terjadi lonjakan. Harga bahan pangan di Bengkulu masih normal,” jelas Arman (45), salah satu pedagang sembako.
Beberapa harga bahan pangan yang terpantau di pasaran, antara lain beras premium bulog seharga Rp52.000 per karung isi 5 kg, gula pasir Rp17.000 per kg, minyak goreng kemasan botol atau plastik Rp12.000 per liter, tepung terigu kualitas I Rp12.000 per kg, kualitas II Rp11.000 per kg, dan telur ayam Rp45.000 per karpet isi 30 butir.
Harga daging juga masih stabil, dengan harga daging ayam mencapai Rp32.000 per kg, daging sapi segar Rp115.000 per kg, dan daging beku impor Rp90.000 per kg. Cabai merah panjang kriting masih dijual dengan harga sekitar Rp20.000 per kg, cabai rawit Rp60.000 per kg, sementara harga sayur mayur seperti kentang, kol, mentimun, buncis, dan kacang panjang masih terpantau stabil, meski ada sedikit kenaikan tipis antara Rp1.000 hingga Rp1.500 per kg.
Sarjan (35), pedagang lainnya, menyebutkan bahwa pasokan sayur mayur ke Bengkulu dari daerah produksi seperti Rejang Lebong berjalan lancar. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa harga ikan laut mengalami kenaikan tajam akibat nelayan tidak bisa melaut akibat cuaca buruk dan badai yang melanda Bengkulu.
"Meskipun harga sayur mayur sedikit naik, harga sembako lainnya masih normal. Hanya saja, harga ikan laut belakangan ini meningkat tajam karena badai yang melanda Bengkulu," ucap Sarjan.
Meski permintaan sembako menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru diperkirakan meningkat, menurut pedagang, lonjakan permintaan tidak akan sebesar saat perayaan Idulfitri, mengingat jumlah warga Bengkulu yang merayakan Natal relatif sedikit.
Untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga sembako, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu telah menggelar operasi pasar murah di 10 kabupaten dan kota secara serentak beberapa hari yang lalu. Dalam operasi pasar murah tersebut, bahan pangan dijual dengan harga lebih murah antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per kg dibandingkan dengan harga pasar.
“Selama tiga hari kita melaksanakan pasar murah di masing-masing kabupaten dan kota. Ini kita lakukan agar harga bahan pangan di Bengkulu terkendali dan inflasi tidak meningkat,” ujar Anwar Tantawi, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu.
Anwar mengimbau masyarakat untuk tidak membeli sembako secara berlebihan.
“Masyarakat tidak perlu membeli sembako berlebihan karena dapat memicu kenaikan harga di pasar. Belilah sembako sesuai kebutuhan dan kita pastikan stok cukup,” tambahnya.
Dengan stok sembako yang cukup dan harga yang masih terkendali, diharapkan masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Meviitasari
- 250047 views
