Kabut Asap Menyelimuti Provinsi Bengkulu Ganggu Transportasi Penerbangan
Indonesiaraja.com, Bengkulu - BMKG Stasiun Fatmawati Bengkulu menyampaikan kabut dan asap yang terjadi beberapa minggu ini termasuk kategori yang berbahaya dan mengganggu untuk transportasi penerbangan.
"Dari pengukuran udara atas, melalui Radio Sonde mencatat jarak pandang kurang dari satu kilometer. Sementara jarak pandang aman bagi penerbangan yakni 2,5 kilometer, jadi hal itu sudah masuk kategori berbahaya," jelas Prakirawan BMKG Stasiun Fatmawati Sukarno Anjasman.
Selain itu, kondisi kabut asap yang melanda Kota Bengkulu mencapai tingkat yang cukup parah dari pada beberapa hari sebelumnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Fatmawati Sukarno, Anjasman mengungkapkan, bahwa kabut asap ditafsir akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan karena masih terdeteksi titik panas di beberapa wilayah.
Menurtu Anjasman, Ada beberapa titik panas yang hingga sekarang terpantau di Provinsi Bengkulu, yakni Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Mukomuko.
Kabut Asap yang terjadi ini tidak hanya mengganggu penerbangan, Namun juga menghambat pengendara karena jarak pandang yang terbatas, sehingga diperlukan penerangan lampu sebagai tanda untuk pengendara lain.
Kemudian, Plt Kepala Dinkes Kota Bengkulu Joni Haryadi, menyarankan untuk warga yang daerahnya terkena kabut asap untuk menggunakan masker agar tidak mengganggu pernapasan atas (Ispa) akibat dampak dari kabut asap di Kota Bengkulu.
"Kami mengimbau masyarakat menjaga kesehatan fisik dan menghindari asap serta menggunakan masker saat berada di luar rumah," kata Plt Kepala Dinkes Kota Bengkulu. sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Bengkulu Joni Haryadi.
Reporter : Alna Saputri
Editor : Erin Andani
- 250069 views
