Mengenal Sejarah Rumah Pengasingan Bung Karno
Indonesiaraja.com, Bengkulu - Dilansir situs Kebudayaan Kemdikbud, Bung Karno diasingkan ke Bengkulu setelah sempat dijebloskan ke Penjara Sukamiskin Bandung. Bung Karno ditangkap pada 29 Desember 1929 bersama dua tokoh lainnya, Maskoen Soepriadinata dan Gatot Mangkoepradja.
Setelah Bung Karno bebas, Pemerintah Belanda saat itu memutuskan untuk mengasingkan Bung Karno ke tempat lain yang jauh lebih terpencil dan sulit diakses. Setelah sempat diasingkan ke Ende, Nusa Tenggara Timur, Bung Karno kemudian dipindahkan ke Bengkulu pada 1938.
Selama di Bengkulu, Bung Karno tinggal di sebuah rumah milik pengusaha Tionghoa. Rumah tersebut berada di Kelurahan Anggut Atas, Kota Bengkulu. Dilansir detikSumut, rumah ini ditemukan sendiri oleh Bung Karno ketika pertama kali datang ke Bengkulu dan mencari tempat tinggal.
Bung Karno menempati rumah tersebut selama kurang lebih 4 tahun hingga 1942. Di sana, Bung Karno sempat tinggal bersama istrinya kala itu, Inggit Garnasih serta anak angkatnya, Ratna Djuami dan Hanafi. Di Bengkulu ini pula Bung Karno disebut mengenal sosok Fatmawati yang kemudian menjadi istrinya pada tahun 1943.
Selama diasingkan di Bengkulu, Bung Karno tetap menunjukkan kegigihannya dalam menyuarakan perjuangan demi kemerdekaan Indonesia. Bung Karno banyak membaca buku, memotivasi masyarakat setempat, merenovasi masjid yang ada di Kelurahan Bajak, hingga membuat grup pertunjukan bernama Monte Carlo.
Bung Karno membuat kelompok pertunjukan musik dan drama itu dengan tujuan untuk menarik pemuda dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme melalui musik dan drama. Dia juga banyak berinteraksi dan membangun diskusi dengan para tokoh agama, khususnya jajaran pimpinan Muhammadiyah Bengkulu.
Penulis : Hanny Try
- 250025 views
