Skip to main content
x
kasus Phishing,sebagai upaya pelaku untuk memancing pengguna komputer agar mengungkapkan informasi rahasia, Rabu 21/8/24 (Foto:Hanny)

OJK IMbau Masyarakat Untuk Waspada Melakukan Transaksi Secara Digital

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Modus operandi lagi marak terjadi, OJK Bengkulu imbau masyarrakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi secara digital. 

Kepala OJK Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi menyampaikan kewaspadaan, karena sering digunakan oleh pelaku kejahatan termasuk scam, card skimming, phishing, dan carding.

Carding adalah kegiatan belanja online yang dilakukan oleh pelaku menggunakan data kartu debit atau kredit korban yang diperoleh secara ilegal.

"OJK mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga data pribadi agar tidak menjadi korban penipuan yang semakin canggih,"Pungkasnya.

Dikatakanya, berbagai bentuk kejahatan keuangan digital yang semakin marak terjadi, seperti kejahatan Scan yang merupakan tindakan penipuan yang dilakukan oleh pelaku untuk mendapatkan uang dengan cara menghubungi korban melalui media chat atau telepon.

"Biasanya pelaku ini menyamar sebagai perwakilan dari lembaga atau perusahaan terpercaya untuk mengelabui korban agar memberikan informasi pribadi atau melakukan transaksi yang merugikan." jelasnya. 

Selain itu kasus Phishing,sebagai upaya pelaku untuk memancing pengguna komputer agar mengungkapkan informasi rahasia, seperti user ID, password/PIN, nomor kartu kredit, dan CVV, melalui situs web palsu yang tampak resmi. 

Data tersebut biasanya didapatkan melalui card skimming atau phishing, dan digunakan tanpa sepengetahuan atau persetujuan pemilik kartu.

Selanjutnya jenis Card skimming merupakan tindakan pencurian data kartu ATM atau debit dengan cara menyalin, membaca, atau menyimpan informasi yang terdapat pada strip magnetis kartu secara ilegal.

Oleh karena itu, OJK terus melakukan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya kejahatan keuangan digital.

"Pastikan hanya menggunakan situs yang terpercaya dan hindari memberikan informasi pribadi atau finansial melalui kanal komunikasi yang tidak resmi,"ujarnya.

 

 

 

 

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari