Skip to main content
x
Pemprov Bengkulu dan Komisi Yudisial siap mewujudkan peradilan bersih bagi masyarakat, Bengkulu, Kamis (6/7/23)

Pemprov Bengkulu dan Komisi Yudisial siap mewujudkan peradilan bersih bagi masyarakat

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Pada Kegiatan Edukasi Publik yang  bertemakan 'Peran Serta Komisi Yudisial dan Pemerintah Daerah Dalam Mewujudkan Peradilan Bersih' yang di laksanakan di Ruang Pola Pemprov Bengkulu, Kamis (6/7/23). Gubernur Bengkulu Rohodin Mersyah menegaskan.

"Menciptakan sistem peradilan yang bersih harus menjadi komitmen kita bersama, karena ketika orang dihadapkan dengan lembaga peradilan, yang diinginkan adalah rasa keadilan bagi masyarakat, dan tentunya putusan pengadilannya memberikan manfaat," tegasGubernur.

Pada kegiatan yang digelar oleh Komisi Yudisial RI ini, Gubernur Rohidin menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu sendiri siap mendukung serta bersinergi bersama Komisi Yudisial, dalam mewujudkan peradilan bersih bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Komisi Yudisial datang langsung, untuk mengedukasi penyelenggara pemerintahan dan tentu kita perlu bersinergi, perlu bekerjasama agar perlu terwujud peradilan yang bersih, peradilan yang sehat bagi masyarakat," kata Gubernur Rohidin.

Sementara itu Ketua Komisi Yudisial (KY) RI Prof. Amzulian Rifai menjelaskan digelarnya kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa apa itu Komisi Yudisial. Ia pun mengungkapkan lebih sering hadir secara langsung untuk mengedukasi kepada publik.

Langkah KY dalam mewujudkan peradilan yang bersih di antaranya melalui pengawasan, tidak hanya menghukum namun juga edukasi. Di mana di Komisi Yudisial para Hakim dilatih mengambil keputusan, dimulai dari pencegahannya, jika tetap bersalah maka akan melalui MKH (Mahkamah Kehormatan Hakim).

Prof. Amzulian Rifai mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi sendiri dapat ikut dalam berperan dalam mengedukasi publik, dalam meningkatkan kesadaran akan hukum.

"Pemda bisa ikut berperan misalnya memberikan beasiswa untuk hukum, terhadap Komisi Yudisial adanya kantor penghubung, kami sudah ada di 20 Provinsi, untuk di Bengkulu sendiri belum, kita harapkan ada support," jelasnya. 

 

Reporter : Erin Andini

Editor : Alma