Peniadaan materi zig-zag dan angka delapan sebagai konsep baru praktik ujian SIM C.
Indonesiaraja.com, Bengkulu - Kepolisian mengusulkan peniadaan materi zig-zag dan angka delapan sebagai konsep baru praktik ujian SIM C. Peniadaan ini dilatarbelakangi dari hasil analisis dan evaluasi (Anev) dari tingginya angka kecelakaan lalu lintas, khususnya kendaraan roda dua.
Kemudian dasar perubahan materi ini ujian pratik yang tak linear atau sinkron dengan ujian teori. Dijelaskan Ihsan, tes teori yang mengujikan soal rambu lalu lintas, marka jalan, dan seterusnya dianggap tak selaras dengan tes praktik yang lebih menitikberatkan kepada kemampuan berkendara pemohon SIM.
"Praktiknya (selama ini) hanya lebih ke skill. Bagaimana keterampilan melewati angka delapan, kemudian zig-zag. Sehingga ini tidak linear dan kami ubah," ucapnya.
Ihsan menekankan bahwa, ujian SIM semestinya berbasis kompetensi di mana pemohon mendayagunakan pengetahuan selain kemampuan dan perilaku berkendara. Konsep materi ujian praktik yang diajukan, lebih ke sisi edukatif.
"Terakhir, tentunya praktis. Karena tes yang kami laksanakan satu rangkaian. Mulai dari start langsung kami nilai, pakai helm harus klik, berhenti di lampu merah, menjaga keseimbangan di jalan kecil, saat berbelok, keterampilan dalam rem reaksi sehingga mengurangi kecelakaan di jalan," jelasnya.
Reporter : Erin Andini
Editor : Alna
- 250009 views
