Skip to main content
x
Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali melanda Kabupaten Seluma, Senin 27/01/2025 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Penyebaran PMK di Kabupaten Seluma, 181 Sapi Terpapar, Vaksinasi Digencarkan

Indonesiaraja.com,Seluma- Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali melanda Kabupaten Seluma, dengan jumlah sapi ternak yang terpapar semakin meningkat. Saat ini, tercatat sebanyak 181 sapi yang terkena PMK di beberapa desa di wilayah tersebut, Senin (27/01/2025).

Menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Seluma, Hendry Aritonang, kasus PMK ini pertama kali terdeteksi di Desa Sumber Arum, Kecamatan Suraraja, dan Desa Lokasi Baru, Kecamatan Air Periukan. Kini, penyebaran penyakit ini meluas ke Desa Bukit Peninjauan I, Kecamatan Sukaraja, serta Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Sukaraja. 

"Sejauh ini ada 4 desa yang sapi ternaknya terserang PMK, dengan total 181 kasus, dan kemungkinan masih ada kasus tambahan," ungkap Hendry.

Namun, Hendry menyampaikan bahwa sebagian besar sapi yang terpapar PMK kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, terutama di Desa Sumber Arum dan Desa Lokasi Baru. 

"Alhamdulillah, tidak sedikit juga sapi yang sudah mulai membaik dan makan dengan lahap. Lebih dari separuhnya sudah dalam kondisi sehat," tambahnya.

Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, Dinas Pertanian Seluma telah menerapkan zona merah lalu lintas perdagangan sapi di beberapa desa yang terjangkit PMK. Hendry menduga penyebaran kasus PMK ini dipicu oleh aktivitas jual beli ternak yang melibatkan sapi dari luar daerah, termasuk dari Provinsi Bengkulu.

"Biasanya, aktivitas jual beli ini yang membawa penyakit dari luar, sehingga menyebar ke Kabupaten Seluma," ujarnya.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Pertanian Seluma menugaskan petugas veteriner untuk memantau dan mengobati sapi-sapi yang terjangkit. Selain memberikan pengobatan, seperti injeksi antipiretik, vitamin, dan antibiotik, petugas juga memberikan larutan asam sitrat untuk mengobati bagian mulut dan kaki sapi yang terinfeksi.

Guna mencegah penyebaran lebih lanjut, Dinas Pertanian Seluma juga telah mulai menggencarkan program vaksinasi untuk sapi-sapi yang sehat. Vaksinasi ini, yang dimulai sejak 21 Januari 2025, telah menyasar Desa Lokasi Baru, Kecamatan Air Periukan, dan akan dilanjutkan ke desa-desa lain yang memiliki populasi sapi ternak cukup banyak. 

"Kami sudah menyiapkan 1000 dosis vaksin dari Pemerintah Pusat yang diteruskan ke Pemerintah Provinsi Bengkulu, dan hingga 27 Januari 2025, sebanyak 325 dosis telah diberikan," kata Arian Sosial, Kepala Dinas Pertanian Seluma.

Vaksinasi ini disambut baik oleh para peternak, mengingat tingginya kekhawatiran akan penyebaran PMK. Arian menambahkan bahwa vaksinasi bertujuan untuk mencegah, bukan mengobati. 

"Vaksinasi akan terus kami jalankan, dan jika stok vaksin habis, kami akan mengusulkan penambahan dosis ke pemerintah pusat," ungkapnya.

Meski sapi-sapi terjangkit PMK, Arian menegaskan bahwa daging sapi tersebut tetap aman untuk dikonsumsi, asalkan dimasak dengan benar, yaitu dengan suhu di atas 70 derajat Celsius. 

"Penyakit PMK ini tidak menular ke manusia, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Yang penting adalah memasak daging dengan suhu yang memadai," tambah Arian.

Dengan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Dinas Pertanian Seluma, diharapkan penyebaran PMK dapat diminimalisir dan sapi-sapi yang terinfeksi dapat segera sembuh, sehingga keberlanjutan usaha peternakan di Kabupaten Seluma tetap terjaga.

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari