Pergantian Musim, Dinkes Imbau Masyarakat Waspada Penyakit DBD Menyerang
Indonesiaraja.com, Bengkulu - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik, terutama pada kasus DBD berat yang dapat menyebabkan perdarahan dan kerusakan organ. Penting untuk segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala DBD, terutama jika tinggal di daerah yang dikenal dengan kasus DBD tinggi.
Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu, Moh. Redhwan Arif, S.Sos.,M.P.H mengimbau masyarakat atas perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan nyamuk yang mengakibatkan DBD.
"Siklus pergantian musim dari panas ke hujan menjadi momen di mana nyamuk Aedes aegypti berkembang, meningkatkan risiko penularan DBD pada warga. Oleh karena itu, perlu tindakan preventif yang efektif," Ujarnya, Selasa 2/10/24.
Adapun cara untuk melakukan pencegahan DBD yakni, Mengurangi tempat berkembang biak nyamuk dengan menghilangkan genangan air, Menggunakan kelambu, insektisida, dan pakaian yang menutupi tubuh, Melakukan fogging di area dengan kasus DBD.
Gejala yang sering terjadi jika terkena penyakit DBD seperti Demam tinggi yang biasanya muncul tiba-tiba, mengalami Nyeri tubuh seperti Sakit kepala, nyeri otot, dan nyeri sendi, Ruam, Bisa muncul setelah beberapa hari setelah demam. Kelelahan, Rasa lemas dan lelah yang berkepanjangan, Gejala pencernaan, Mual, muntah, dan bisa juga diare
Kemudian, ia akan terus mengedukasi masyarakat tentang pengenalan gejala DBD dan tindakan pencegahan yang dapat mereka ambil. Pihaknya juga sedang menjalankan program pengendalian nyamuk untuk mengurangi risiko penularan penyakit ini.
"Dalam situasi yang semakin mengkhawatirkan ini, kami bersama tenaga medis dan komunitas masyarakat menjadi kunci untuk melawan ancaman DBD. Waspada terhadap penyakit ini adalah langkah pertama untuk melindungi kesehatan mereka dan masyarakat secara keseluruhan," pungkasnya.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250095 views
