Skip to main content
x
Sub Koordinator Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Yuhan Syahmeri, Senin 14/10/24 (Foto:Hanny)

Perubahan Iklim Mempengaruhi Produktivitas Kualitas Karet

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Penurunan harga komoditas karet di Bengkulu akibat perubahan cuaca memang menjadi tantangan besar bagi para petani. Perubahan iklim dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas karet, sehingga berdampak langsung pada pendapatan petani

Sub Koordinator Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Yuhan Syahmeri meski ada penurunan harga. Namun harga karet yang ada saat ini masih stabil pada posisi Rp8 - 10 ribu per kilogram.

''Alhamdulillah harga karet kita masih tetap stabil, yang harganya masih diatas Rp8 sampai 10 ribu rupiah,'' Kata Yuhan, Senin 14/10/24.

Yuhan mengatakan Kualitas karet dan Karet Kadar Kering (KKK) yang baik memang berpengaruh besar terhadap harga jual. Jika para petani dapat meningkatkan kualitas produksi mereka, bukan hanya harga yang bisa lebih tinggi, tetapi juga daya saing karet Bengkulu di pasar nasional maupun internasional.

''Sebenarnya kalau memang benar-benar kering, harganya itu 10 sampai 12 ribu rupiah per kilonya. Mungkin karena sekarang musim penghujan, harganya stabil tapi kualitasnya sedikit turun,'' tuturnya.

Musim penghujan memang menjadi tantangan signifikan bagi petani karet, terutama dalam menjaga kualitas getah yang dihasilkan. Ketika getah terkena air hujan, kualitasnya bisa menurun dan berdampak pada harga jual.

''Musim penghujan ini kualitasnya sedikit turun karena adanya air yang bercampur dengan Bokar (getah karet) yang ada di tampungan-tampungan,'' ujar Yuhan.

Untuk menjaga harga karet tersebut, para petani dihimbau untuk memproduksi getah karet dengan kualitas yang baik, bersih dan mengeringkannya dengan baik.

''Kalau getah karet yang dijual kering dan barangnya bagus, Insya Allah harga juga akan bagus,'' singkat Yuhan.

Tentu saja, stabilisasi dan peningkatan harga karet sangat penting bagi kesejahteraan petani. Kenaikan harga tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memungkinkan petani untuk berinvestasi dalam praktik pertanian yang lebih baik, pendidikan, dan kesehatan. Hal ini pada gilirannya dapat memperbaiki kualitas hidup mereka dan komunitas di sekitarnya.

Terlebih, karet menjadi salah satu komoditas ekspor Bengkulu dengan menyumbang sekitar 0,72 juta USD (data BPS per Agustus 2024) dari aktivitas ekspor komoditas ini. Dengan demikian, stabilitas harga dan kesejahteraan para petani karet di Bengkulu harus menjadi perhatian penting dari pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya.

 

 

 

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Mevitasari