Provinsi Bengkulu Dilanda 433 Gempa, Pengamat Tekankan Fenomena Ini Normal
Indonesiaraja.com,Bengkulu- Provinsi Bengkulu belakangan ini mengalami serangkaian gempa bumi dengan total mencapai 433 kali. Gempa-gempa tersebut terjadi dengan magnitudo yang bervariasi, namun fenomena ini masih tergolong normal. Meskipun frekuensi gempa yang terjadi cukup tinggi, warga diminta untuk tidak panik dan tetap waspada, Sabtu (07/12/2024).
Hal ini disampaikan oleh Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pertama Muhammad Najib.
Najib menjelaskan bahwa Bengkulu berada di zona subduksi, yaitu daerah di mana dua atau lebih lempeng tektonik bertumbukan, dan salah satunya menyusup ke dalam perut bumi. Aktivitas gempa yang sering terjadi di wilayah ini merupakan bagian dari aktivitas tektonik yang rutin, dan masih dianggap wajar mengingat adanya beberapa sesar aktif di daerah tersebut.
“Meskipun frekuensi gempa cukup tinggi, masyarakat tidak perlu panik karena ini adalah bagian dari aktivitas tektonik yang rutin terjadi,” ungkap Najib.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan siap siaga, serta membedakan informasi yang akurat terkait gempa dan menghindari terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami menyarankan agar masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi dan mempersiapkan diri untuk evakuasi apabila merasakan gempa. Dengan mempersiapkan diri secara matang, warga dapat menghadapi situasi darurat dengan lebih tenang dan terorganisir,” lanjutnya.
Aktivitas gempa yang paling sering terjadi di Provinsi Bengkulu mencakup wilayah Kepulauan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma, dan Bengkulu Selatan. Gempa terbesar yang tercatat terjadi dengan magnitudo 6,3 di Pulau Enggano, sementara gempa terkecil berukuran 1,9. Meskipun demikian, hingga saat ini tidak ada kerusakan infrastruktur yang dilaporkan akibat gempa-gempa tersebut.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250039 views
