Punya Utang Rp 1,3 Miliar ke BPJS Kesehatan, Pemkab Kepahiang Pastikan Pelayanan Tetap Lancar
Indonesiaraja.com,Kepahiang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang, Bengkulu, diketahui memiliki utang sebesar Rp 1,3 miliar ke BPJS Kesehatan untuk pembayaran jaminan kesehatan pada bulan Desember 2024, Jumat (13/12/2024).
Namun, pihak BPJS Kesehatan memastikan bahwa hal ini tidak akan mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kepahiang, Desnita Adelina, menjelaskan bahwa meskipun Pemkab Kepahiang belum membayar utang untuk bulan Desember, tagihan hingga bulan November 2024 sudah sepenuhnya dilunasi. Meskipun demikian, Pemkab Kepahiang telah berkomitmen untuk melunasi utang Rp 1,3 miliar tersebut dengan menganggarkannya di tahun 2025.
"Pemkab sudah berkomitmen untuk menyelesaikan utang tersebut, yang akan dianggarkan pada tahun 2025," ujar Desnita Adelina.
Adelina memastikan, meski ada utang, pelayanan BPJS Kesehatan kepada masyarakat yang terdaftar dalam Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) tetap berjalan tanpa gangguan. Klaim dari rumah sakit akan tetap dibayarkan secara rutin setiap bulan, dengan batas waktu minimal pada tanggal 15 setiap bulannya.
"Pelayanan kepada masyarakat penerima Jamkesda yang bersumber dari APBD tetap berjalan, dan kepesertaan mereka tetap aktif. Kami pastikan tidak ada gangguan dalam pelayanan kesehatan," ucap Adelina.
Di Kabupaten Kepahiang, terdapat sekitar 150 ribu warga yang terdaftar dalam program Universal Health Coverage (UHC), atau sekitar 96 persen dari total jumlah penduduk. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 ribu warga mendapatkan jaminan kesehatan yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Kepahiang.
Sisa warga lainnya ditanggung oleh APBD Provinsi Bengkulu atau melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selain itu, ada juga warga yang membayar secara mandiri atau melalui kategori penerima upah.
Dengan komitmen dari Pemkab Kepahiang untuk melunasi utang tersebut dan langkah-langkah yang diambil BPJS Kesehatan, pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah ini diharapkan tetap berjalan lancar dan tidak terganggu.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Meviitasari
- 250018 views
