Skip to main content
x
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Adang Parlindungan, selaku Ketua Panitia mengatakan, pentas seni budaya ini sebagai bentuk kepedulian Anggota DPRD Suharto dalam melestarikan budaya daerah melalui pelaksanaan dana aspirasinya. (Erin Andani/Indoraja)

Waka II DPRD dan Pemprov Bengkulu Adakan Wayang Kulit Gatot Kaca Mbangun Gapuro Kencono

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu agendakan pentas seni budaya wayang kulit semalam suntuk dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 115, di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu, Sabtu (20/5/2023).

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Adang Parlindungan, selaku Ketua Panitia mengatakan, pentas seni budaya ini sebagai bentuk kepedulian Anggota DPRD Suharto dalam melestarikan budaya daerah melalui pelaksanaan dana aspirasinya.

Adang menuturkan tema pentas seni budaya itu, melalui Hari Kebangkitan Nasional Kita Bangkitkan Semangat Persatuan, Kesatuan, Nasionalisme dan Kesadaran Bangsa untuk Mewujudkan Indonesia Maju Sejahtera dan Martabat.

Adapun lakon wayang yang ditampilkan yaitu Gatot Kaca Mbangun Gapuro Kencono. Dalangnya Ki Setyo Nur Wicaksono dari Jawa Tengah, dengan bintang tamu Chandra Ayu dari Cilacap, Mimin Klaten dan Apri juga dari Klaten.

"Terimakasih kepada para penonton yang sempat hadir dalam pentas seni ini. Nantinya akan turut kami bagikan doorppize bagi warga sebagai bentuk kemeriahan acara ini,” ungkapnya.

Suharto juga menegaskan bahwasanya wayang kulit bukan hanya dikhususkan untuk orang Jawa, namun untuk melestarikan warisan budaya tak benda Indonesia kepada masyarakat luas.

Sementara itu Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu, Suharto menyebutkan, pelaksanaan gelaran wayang kulit semalam suntuk merupakan amanat undang-undang dalam melestarikan budaya daerah.

Suharto juga menegaskan bahwasanya wayang kulit bukan hanya dikhususkan untuk orang Jawa, namun untuk melestarikan warisan budaya tak benda Indonesia kepada masyarakat luas.

Kedepan, Ia minta agar budaya tersebut dikolaborasikan dengan seni budaya daerah seperti pertunjukan dol dan tari handai maupun seni lainnya agar tidak berkesan terkotak-kotak.

"Selanjutnya saya berpesan agar kedepannya Dinas dapat mengundang seluruh kepala sekolah, agar tahu bahwa pertunjukan ini merupakan warisan dunia," kata Suharto.

Kemudian Suharto menerangkan lakon yang yang akan dipentaskan malam ini adalah "Gatot Kaca Mbangun Gapuro Kencono", menggambarkan filosofis  kebijakan pemerintahan dalam menjalankan sistem birokrasi dan pembangunan di Provinsi Bengkulu saat ini.

Dalam hal ini, Gatot Kaca digambarkan sebagai kepala daerah, dan gapura sebagai bentuk pembangunan yang ada. Meski sejumlah program pembangunan sudah terlaksana, namun menurut Suharto semuanya belum berdiri kokoh seperti layaknya gapura.

"Dari pertunjukan ini dapat kita ambil nantinya adalah kebijakan pemerintah daerah harus berimbas kepada kesejahteraan dan kepentingan masyarakat di Provinsi Bengkulu," tutup Suharto.

Reporter : Erin Andani

Editor : Alna