Skip to main content
x
"Lubuk Langkap" sendiri berasal dari banyaknya pohon Langkap, Senin 9/12/24 (Foto:Hanny)

Lubuk Langkap, Destinasi Wisata Alam Unggulan di Bengkulu Selatan

 Indonesiaraja.com, Bengkulu – Lubuk Langkap, yang terletak di Desa Suka Maju, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, telah lama menjadi destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Keindahan alam yang asri, aliran sungai yang jernih, serta suasana sejuk menjadikannya tempat ideal untuk rekreasi keluarga.

Awalnya, Lubuk Langkap dibangun sebagai bendungan untuk keperluan irigasi sawah. Namun, seiring waktu, kawasan ini berkembang menjadi objek wisata alam yang menarik banyak pengunjung. Nama "Lubuk Langkap" sendiri berasal dari banyaknya pohon Langkap yang tumbuh di sekitar lubuk tersebut.

Akses menuju Lubuk Langkap cukup mudah, dengan kondisi jalan yang baik dan dapat ditempuh sekitar 45 menit dari Kota Manna. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan hamparan persawahan dan perbukitan yang menyejukkan mata.

Fasilitas di lokasi wisata Lubuk Langkap terus ditingkatkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Tersedia pondok-pondok santai, warung yang menjajakan kuliner khas daerah, serta penyewaan peralatan mandi seperti pelampung ban mobil. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Selatan, Rendra Febrianto, M.Si, mengimbau pengunjung untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam Lubuk Langkap dengan tidak merusak fasilitas yang ada dan membuang sampah pada tempatnya.

"Kami mengimbau para pengunjung agar menjaga kebersihan dan kelestarian di Lubuk Langkap ini, kami juga mengupayakan kemajuan untuk Lubuk Langkap," ungkap Rendra pada Senin pagi (9/12).

Dengan pesona alam yang menakjubkan dan fasilitas yang memadai, Lubuk Langkap terus menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Bengkulu Selatan. Pemerintah daerah berharap kesadaran pengunjung dalam menjaga kelestarian lingkungan semakin meningkat, sehingga Lubuk Langkap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

 

 

 

 

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Mevitasari