Maraknya Penyakit Ngorok, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Luncurkan Aplikasi Lalin Ternak
Indonesiaraja.com, Bengkulu - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu mengintensifkan penggunaan Aplikasi Lalu Lintas (Lalin) Ternak yang sedang maraknya penyakit Ngorok atau Septicaemia epizootica yang sering menyerang sapi dan kerbau di wilayah Bengkulu.
Aplikasi ini bertujuan untuk memantau dan mengendalikan pergerakan ternak, serta mendukung upaya pencegahan penyebaran penyakit.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bengkulu, M. Syarkawi, menyampaikan bahwa penggunaan aplikasi Lalu Lintas (Lalin) Ternak sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, terutama saat merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak di Bengkulu beberapa waktu lalu.
Aplikasi ini menjadi alat penting dalam memantau pergerakan ternak dan membantu mengendalikan penyebaran penyakit, sehingga diharapkan dapat meningkatkan responsivitas terhadap wabah yang terjadi dan melindungi kesehatan hewan ternak di wilayah tersebut.
“Saat ini pemerintah lebih berhati-hati, untuk memindahkan ternak dari satu wilayah ke wilayah lain. Kebijakan ini dilakukan untuk menghindari merebaknya penyakit hewan ternak dan sudah dilakukan setelah adanya penyakit PMK,” ujar M. Syarkawi, Rabu (30/10/24).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, M. Syarkawi, menjelaskan bahwa aplikasi ini mencantumkan persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh para pelaku yang akan melakukan pengangkutan hewan ternak mereka. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat meminimalkan risiko penyebaran penyakit dan memastikan bahwa hewan yang dipindahkan dalam kondisi sehat.
“Disitu nanti ada persyaratan, terutama surat keterangan kesehatan hewan yang mengindikasikan bahwa ternak yang akan dibawa itu adalah ternak yang sehat,” ungkap Syarkawi.
“Untuk mendapatkan izin tersebut, ada beberapa persyaratan termasuk bukti vaksinasi hewan ternak baik itu unggas maupun ternak lainnya. Ini sudah kita sampaikan kepada masyarakat luas,” tambahnya.
Saat ini, untuk mengantisipasi penyebaran, selain melakukan pemantauan lalu lintas ternak juga diberikan vaksin pada ternak sapi dan kerbau yang sehat untuk memberikan kekebalan tubuh lebih baik terhadap bakteri Pasteurella multocida penyebab penyakit ngorok yang menyerang saluran pernafasan hewan ternak sapi dan kerbau itu.
Reporter : Hanny Try
Edtor : Sherly Mevitasari
- 250105 views
