MoU Bank Tanah, Bengkulu Bidik 20 Ribu Hektare Eks HGU untuk Dongkrak PAD dan Hilirisasi
Indonesiaraja.com, Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu resmi menjalin kemitraan strategis dengan Badan Bank Tanah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Hotel Sari Pacific Jakarta pada Selasa (13/1). Kerja sama ini difokuskan pada pemanfaatan lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru daerah.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan bahwa lahan HGU yang telah habis masa berlakunya dan tidak diperpanjang akan dikembalikan menjadi aset daerah. Selanjutnya, aset tersebut akan dikelola sebagai Barang Milik Daerah (BMD) melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Ia menekankan bahwa langkah ini merupakan strategi inovatif untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat. Optimalisasi eks HGU dinilai dapat menjadi sumber pendapatan baru yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Menurut Helmi, potensi lahan yang sedang diidentifikasi mencapai sekitar 20.000 hektare. Kawasan tersebut direncanakan untuk berbagai kebutuhan strategis, antara lain pengembangan industri berbasis pertanian guna mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi dan sawit, pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) regional di Kota Bengkulu yang kapasitasnya sudah penuh, hingga penyediaan lahan perumahan dalam rangka mendukung Program 3 Juta Rumah.
“Lahan ini harus dikembalikan fungsinya untuk memberi nilai tambah ekonomi dan manfaat sosial bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, menyatakan bahwa kesepakatan ini menjadi fondasi penting dalam penataan aset pertanahan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal, sinergi akan difokuskan pada pemanfaatan Hak Pengelolaan (HPL) seluas 397 hektare di Bengkulu. Total potensi lahan yang akan dikembangkan diperkirakan mencapai puluhan ribu hektare, meski masih dalam proses pendataan dan verifikasi.
“Pemanfaatan lahan ini akan diselaraskan dengan rencana pembangunan daerah, dengan tujuan utama memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat basis ekonomi daerah, tetapi juga mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan publik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Bengkulu pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 4,56 persen. Sementara itu, realisasi investasi pada triwulan II 2025 mencapai Rp901 miliar, atau meningkat 12,26 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Dengan kolaborasi ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis dapat mempercepat hilirisasi sektor unggulan serta membuka peluang ekonomi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
- 250013 views
