Skip to main content
x
Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Pitriyani Ilyas, di Mukomuko Sabtu 14/12/2024 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Mukomuko Perkuat Program Pengembangan Bawang Merah Untuk Inflasi, Capaian Panen Capai 14,7 Ton

Indonesiaraja.com, Mukomuko- Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus mengembangkan program penguatan produksi bawang merah sebagai langkah strategis untuk mengendalikan inflasi, Sabtu (14/12/2024).

Melalui Dinas Pertanian, program ini telah menunjukkan hasil positif dengan total panen bawang merah mencapai 14,7 ton dari empat kecamatan di Kabupaten Mukomuko.

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Pitriyani Ilyas, menyampaikan bahwa panen bawang merah berlangsung di Kecamatan Selagan Raya, Teras Terunjam, V Koto, dan Lubuk Pinang. 

"Hingga saat ini, hasil panen bawang merah tercatat sebanyak 14,7 ton. Beberapa tanaman lainnya masih dalam proses panen," ujar Pitriyani.

Sebagai upaya untuk memperkuat produksi, para petani di Kabupaten Mukomuko juga mulai melakukan penanaman ulang dengan bibit bawang merah sebanyak 3,5 ton yang disalurkan oleh Pejabat PAT Provinsi Bengkulu, Inti Pertiwi Nashwari. 

Bibit ini didistribusikan kepada beberapa kelompok tani, antara lain Kelompok Tani Tama di Desa Karang Jaya dan Kelompok Tani Maju Jaya di Desa Sungai Rengas, masing-masing mendapatkan 500 kg bibit.

Kelompok Tani Ajan di Desa Sungai Ipuh Dua dan Kelompok Tani Tunas Muda di Desa Talang Ajan, masing-masing menerima 1 ton bibit. Kelompok Tani Karya Tani Muda di Desa Sumber Makmur mendapatkan 500 kg bibit.

Meski hujan deras sempat mengancam kualitas hasil panen, program ini tetap berjalan lancar berkat adanya dukungan fasilitas dan infrastruktur yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus Badan Standardisasi Instrumen Pertanian. 

Selain itu, Dinas Pertanian Mukomuko juga merencanakan pelatihan teknis untuk petani terkait metode pengelolaan benih bawang merah.

Pitriyani Ilyas berharap agar program ini dapat terus berlanjut dan menjadi prioritas pada tahun-tahun mendatang. 

"Kami menargetkan pada tahun 2025, kelompok tani bawang merah di Mukomuko dapat mandiri dalam memproduksi benih tanpa bergantung pada pasokan dari luar," tutupnya.

Dengan keberhasilan program ini, Pemerintah Kabupaten Mukomuko optimis bahwa produksi bawang merah yang stabil akan membantu mengendalikan inflasi dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Meviitasari