Polres Bengkulu Selatan Ungkap Kasus Pengeroyokan dan Penganiayaan Terhadap Anak di Bawah Umur
Indonesiaraja.com, Bengkulu Selatan - Polres Bengkulu Selatan berhasil mengungkap kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap seorang anak di bawah umur yang terjadi pada Minggu dini hari, 8 Desember 2024. Tim Opsnal Totaici Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkulu Selatan berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku, RF (21) dan MH (19), di kediaman mereka di Desa Bandar Agung, Kecamatan Ulu Manna.
Kasatreskrim Polres Bengkulu Selatan, AKP Doni Juniansyah SM, menjelaskan bahwa kedua pelaku ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian. “Kedua pelaku kita amankan tanpa perlawanan. Saat ini mereka telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujar Doni pada Senin (9/12/2024).
Insiden bermula di sebuah rumah kos di Kelurahan Gunung Ayu, Kecamatan Kota Manna, saat korban, MN (15), sedang berkumpul bersama beberapa temannya sambil mengonsumsi minuman keras. Sekitar pukul 02.00 WIB, terjadi keributan antara dua orang, AK dan AY. Korban yang mencoba melerai justru terlibat pertengkaran dengan salah satu pelaku, MH.
Situasi semakin memanas hingga RF, rekan MH, melakukan penusukan terhadap MN menggunakan sebilah pisau yang mengenai bagian rusuk kanan korban. Setelah kejadian, kedua pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan dalam penusukan. "Korban saat ini dalam kondisi stabil setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD. Personel kami juga telah menemui korban di rumah sakit," tambah Doni.
Polres Bengkulu Selatan memberikan apresiasi atas kerja keras tim di lapangan yang berhasil mengungkap kasus ini dengan cepat. Proses hukum terhadap kedua pelaku kini sedang berlangsung, dengan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan keadilan bagi korban.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi konsumsi minuman keras dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik serta kekerasan.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Meviitasari
- 250067 views
