Puluhan Orangtua Asuh di Bengkulu Kolaborasi Tangani Stunting pada Keluarga Miskin
Indonesiaraja.com, Bengkulu – Puluhan orangtua asuh di Provinsi Bengkulu berkolaborasi dalam upaya mengatasi masalah stunting, khususnya di kalangan keluarga berisiko stunting kategori miskin. Langkah ini dilakukan dalam rangka mengurangi angka stunting yang masih tinggi di Bumi Rafflesia. Tercatat, ada sekitar 9.000 keluarga di Provinsi Bengkulu yang tergolong berisiko stunting, yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota di wilayah ini.
Gerakan ini diluncurkan oleh Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Zamhari, S.H., M.H., dalam acara yang diadakan di Ruang Balatbang BKKBN Bengkulu. Dalam peluncuran tersebut, Zamhari menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk menangani masalah stunting dari akar permasalahan dengan memberikan intervensi yang spesifik dan sensitif terhadap keluarga berisiko.
“Orang tua asuh ini menjadi mitra strategis dalam mengatasi stunting di Bengkulu. Mereka terdiri dari berbagai kalangan, seperti Komandan Korem 041 Gamas, Kepala Bapperida Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, serta pimpinan dari berbagai perusahaan dan lembaga perbankan, seperti PT Angkasa Pura II, PT Pelindo, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sejumlah bank besar di Bengkulu,” kata Zamhari dalam sambutannya. Senin 9/12/24
Gerakan yang dikenal dengan nama Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) ini bertujuan mendukung upaya nasional untuk mengurangi stunting dengan melibatkan keluarga sebagai kunci utama dalam pencegahan. Di Bengkulu, para orangtua asuh akan bekerja sama dengan berbagai mitra strategis untuk menyasar lebih dari sembilan ribu keluarga yang berisiko stunting.
Zamhari juga menambahkan bahwa, meski stunting adalah masalah nasional, intervensi lokal yang tepat sasaran sangat penting dalam menangani masalah ini.
“Gerakan ini adalah langkah nyata untuk mencapai satu juta anak Indonesia yang sehat dan cerah di masa depan, dimulai dari keluarga berisiko stunting di Bengkulu,” ujar Zamhari.
Melalui program ini, diharapkan setiap orangtua asuh dapat memberikan bantuan berupa pendampingan, akses ke layanan kesehatan, serta edukasi terkait pola makan dan asupan gizi yang baik untuk anak-anak keluarga berisiko. Pemerintah bersama mitra strategis optimistis bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting di Provinsi Bengkulu.
Reporter : Hanny Try
Ediitor : Sherly Mevitasari
- 250051 views
