Skip to main content
x
Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan provinsi Bengkulu Tahun 2023, yang digelar oleh Bappeda provinsi Bengkulu pada, Rabu (12/7/23), Foto : Erin Andini

Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan provinsi Bengkulu Tahun 2023

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan provinsi Bengkulu Tahun 2023, yang digelar oleh Bappeda provinsi Bengkulu pada, Rabu (12/7/23), menghadirkan Wakil Gubernur Bengkulu H. Rosjonsyah, Prof. Dr. H. Genius Umar S.Sos, Eko Fajaryanto BPS Bengkulu sebagai narasumber, serta beberapa wakil bupati dan kepala instansi vertikal se provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Rosjonsyah menyampaikan kegiatan ini merupakan program yang sangat vital karena merupakan salah satu program untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan di provinsi Bengkulu.

“Capaian kita menanggulangi kemiskinan di provinsi Bengkulu cukup baik. Terbukti penduduk miskin pada September 2022 sebanyak 291.790 orang (14.34 persen) berarti ada penurunan 0.09 poin dibanding tahun 2021 sebesar 14.43 persen ( 292.930 orang),” jelasnya.

Menurut Wakil Gubernur Rosjonsyah capaian ini terwujud dari beberapa jenis strategi penanggulangan kemiskinan yaitu menurunkan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan dan penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan.

Wakil Gubernur Rosjonsyah menekankan akan pentingnya akurasi program yang tepat sasaran.

"Mudah-mudahan dengan adanya diskusi pada Rakor ini, kita bisa memaksimalkan apa saja yang menjadi kendala signifikan dalam mencapai target penurunan angka kemiskinan, mudah-mudahan ini membantu kita ke depannya," tutupnya.

Kepala Bappeda provinsi Bengkulu Hj. Yuliswani berharap hasil dari Rakor ini dapat meningkatkan konvergensi dan akurasi sasaran program agar perencanaan dalam percepatan penganggulangan kemiskinan bisa terintegrasi secara rinci.

"Semoga apa yang jadi target provinsi Bengkulu bisa segera tercapai dan angka kemiskinan di provinsi Bengkulu trus turun, itu juga yang menjadi harapan kita semua," jelasnya.

 

Reporter : Erin Andini

Editor : Alma