Seorang Ayah Tega Meruda Paksa Anak Kandungnya Sejak Duduk Dibangku SD
Indonesiaraja.com, Bengkulu - Seorang Ayah tega meruda paksa anak kandungnya yang masih dibawah umur di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara.
Pelaku berinisial MA (53), diringkus oleh Unit Reskrim Polsek Napal Putih pada Rabu (15/11) di kediamannya. Saat melakukan penangkapan, kakak perempuan dari pelaku menangis histeris memohon agar pelaku tidak ditangkap.
“Tadi sempat kakak perempuan pelaku menangis memohon agar pelaku tidak dibawa. Jadi kebetulan pas mau ringkus, ada kakak pelaku itu di rumahnya pelaku,” kata Kapolsek Napal Putih, Iptu. Sugeng Prayitno.
Namun, seabagai bentuk untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, Tim Unit Reskrim Polsek Napal Putih yang dipimpin langsung oleh Kapolsek, tetap membawa pelaku ke Mapolsek untuk dilakukan pemeriksaan dan sementara pelaku akan ditahan di Polsek Napal Putih.
“Pelaku sekarang sudah dibawa ke Polsek dan sekarang masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Kapolsek.
Pelaku MA dengan tega menjadikan anak perempuannya sebagai sasaran nafsunya. MA ternyata sudah sering ia lakukan sejak korban masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 3, hingga korban sekarang sudah duduk dibangku Sekolah SMA. Sudah 7 tahun pelaku melakukan aksi bejat tersebut terhadap korban yang merupakan anak kandungnya.
Kemudian, Kasus ini terungkap setelah korban memberanikan dirinya untuk melaporkan perbuatan pelaku ke ibunya.
Iptu. Sugeng Prayitno mengatakan, korban mengadu ke ibunya pada Selasa (14/11) pagi, saat korban akan berangkat ke sekolah.
Ibu korban yang terkejut atas pengakuan korban dan tidak terima anaknya menjadi korban rudapaksa ayahnya, sang ibu langsung melaporkan kejadian ini kepihak yang berwajib. Medapati laporan tersebut,polisi langsung mengamankan pelaku oleh anggota Unit Reskrim Polsek Napal Putih, dipimpin langsung oleh Kapolsek.
Kapolsek Napal Putih, menambahkan bahwa korban mengimingkan pada korban dengan memberikan sejumlah uang kepada korban.
“Selama ini korban tidak berani dan malu untuk mengadukan perbuatan pelaku. Baru sekarang korban berani mengadukan pelaku ke ibunya,” tambah Kapolsek.
Reporter : Alna Saputri
Editor : Erin Andani
- 250099 views
