Suara Serak Akibat Batuk dan Flu, Pahami Gejalanya
Indonesiaraja.com, Bengkulu - Suara serak atau "parau" akibat batuk dan flu biasanya disebabkan oleh peradangan pada tenggorokan dan pita suara. Gejala ini sering disertai dengan batuk, pilek, dan mungkin suara yang hilang. Untuk meredakannya, minum banyak cairan hangat, berkumur dengan air garam, dan istirahatkan suara.
Ketika seseorang batuk atau terkena flu, beberapa faktor dapat menyebabkan suara menjadi parau yang dikutip dari laman kesehatan pada Senin (21/10/2024) :
Suara yang berubah karena batuk dan flu biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
- Iritasi Tenggorokan: Batuk dan flu dapat menyebabkan tenggorokan menjadi meradang, yang membuat suara terdengar serak atau parau.
- Kelembapan Berlebih: Saat mengalami flu, produksi lendir meningkat, dan ini dapat memengaruhi suara, membuatnya terdengar lebih berat atau terhalang.
- Pembengkakan pada Saluran Pernapasan: Pembengkakan di saluran pernapasan atas akibat infeksi dapat membuat suara menjadi lebih rendah atau terdistorsi.
- Kehilangan Suara: Dalam beberapa kasus, infeksi yang lebih parah bisa menyebabkan laringitis, di mana suara menjadi hilang atau sangat lemah.
Tips Mengatasi Suara Berubah
- Istirahatkan Suara: Kurangi berbicara agar tenggorokan dapat pulih.
- Hidrasi: Minum cukup air untuk menjaga tenggorokan tetap lembap.
- Inhalasi Uap: Menghirup uap dapat membantu meredakan iritasi dan mengurangi lendir.
- Obat Penurun Demam: Jika perlu, gunakan obat sesuai anjuran untuk meredakan gejala.
Jika gejala berlanjut atau semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
1. Peradangan pita suara: Virus flu atau infeksi saluran pernapasan atas bisa menyebabkan peradangan pada laring. Pita suara yang meradang tidak bisa bergetar dengan normal saat seseorang berbicara, sehingga suara terdengar serak atau parau.
2. Iritasi dari batuk yang berlebihan: Batuk yang terus-menerus dapat menyebabkan trauma atau iritasi pada pita suara. Batuk dengan intensitas yang tinggi dapat membuat pita suara tegang dan lelah, sehingga memengaruhi kualitas suara.
3. Penumpukan lendir: Flu sering disertai dengan produksi lendir berlebih di saluran pernapasan. Lendir ini bisa menempel di sekitar pita suara, menghalangi getaran normal dan membuat suara terdengar teredam atau serak.
4. Dehidrasi: Saat flu atau demam, tubuh cenderung kehilangan cairan lebih cepat, dan hal ini dapat menyebabkan pita suara menjadi kering. Pita suara yang kering sulit untuk bergetar dengan baik, sehingga suara menjadi serak.
5. Pembengkakan jaringan di sekitar laring: Flu sering menyebabkan peradangan pada jaringan di sekitar tenggorokan, termasuk laring. Pembengkakan ini bisa menekan pita suara dan memengaruhi kemampuannya untuk menghasilkan suara yang jelas.
Biasanya, suara parau akibat batuk dan flu bersifat sementara dan akan membaik seiring dengan penyembuhan infeksi atau peradangan. Namun, jika suara parau berlangsung lama atau disertai dengan gejala serius lainnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250014 views
