Harapan Warga Desa Penyangga, DPRD Bengkulu Diminta Bantu Selesaikan Polemik PT. RAA
Indonesiaraja.com, Bengkulu - Raut wajah penuh harap terlihat dari belasan warga desa penyangga yang mendatangi kantor DPRD Provinsi Bengkulu. Mereka datang bukan sekadar menyampaikan keluhan, tetapi membawa harapan agar polemik perkebunan PT. Riau Agrindo Agung (RAA) yang telah berlangsung bertahun-tahun bisa segera menemukan jalan keluar.
Sekitar 15 warga diterima langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, SE. Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan keresahan mereka terhadap aktivitas perusahaan yang dinilai masih menyisakan banyak persoalan.
Bagi warga, persoalan ini bukan hanya soal izin atau administrasi. Mereka mengaku sudah terlalu lama hidup dalam ketidakpastian akibat konflik yang belum selesai.
“Kami ingin ada perhatian serius. Kami hanya ingin kejelasan dan penyelesaian,” ungkap salah seorang warga.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, mengatakan pihaknya memahami keresahan masyarakat. Namun DPRD tetap harus bekerja berdasarkan aturan dan legalitas yang jelas.
Menurut Teuku, salah satu dokumen penting yang diperlukan adalah surat resmi dari kepala desa sebagai bentuk sikap pemerintah desa terhadap keberadaan perusahaan.
“Kalau ada pernyataan resmi dari kepala desa, tentu itu menjadi dasar penting bagi DPRD untuk menentukan langkah,” jelasnya.
Ia juga menyebut PT. RAA saat ini tengah mengurus izin Hak Guna Usaha (HGU). Dalam proses tersebut, persetujuan masyarakat desa penyangga menjadi bagian yang sangat penting.
Karena itu, DPRD Provinsi Bengkulu tidak ingin gegabah mengambil keputusan tanpa melihat fakta dan dokumen yang lengkap.
Meski demikian, DPRD memastikan akan tetap mengawal aspirasi masyarakat. Bahkan, DPRD membuka kemungkinan turun langsung ke lapangan jika ditemukan adanya persoalan yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kalau memang ada penolakan dari desa namun aktivitas perusahaan tetap berjalan, tentu DPRD akan menindaklanjuti dan memanggil pihak perusahaan,” kata Teuku.

Bagi warga desa penyangga, pertemuan dengan DPRD menjadi secercah harapan baru setelah sekian lama menyuarakan persoalan yang mereka hadapi.
Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya mendengar, tetapi juga hadir memberikan solusi yang adil bagi masyarakat dan perusahaan.
Kini, perhatian masyarakat Bengkulu tertuju pada langkah lanjutan DPRD Provinsi Bengkulu dalam menyikapi polemik PT. RAA. Warga berharap konflik panjang ini dapat diselesaikan melalui dialog, keterbukaan, dan penegakan aturan yang jelas.
- 250046 views
