Skip to main content
x
Debat pertama Pilgub 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu, Jumat 1/11/24 (Foto:Hanny)

Debat Pertama Pilgub 2024 Usung Tema "Transformasi Sosial dan Ekonomi Sumber Daya Manusia, dan Keamanan Daerah"

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Debat pertama Pilgub 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu yang berlangsung selama 2,5 jam di Mercure Hotel Bengkulu pada Kamis (31/10/24) malam. 

Dalam debat ini mengangkat tema "Transformasi Sosial dan Ekonomi Sumber Daya Manusia dan Keamanan Daerah" Sub tema yang dibahas pada debat tersebut yakni : a. Pendidikan, b. Kesehatan, c. Pengentasan Kemiskinan, d. Ketenagakerjaan, e. Pengembangan Ekonomi Lokal, f. Peningkatan Investasi, g. Pengelolaan Sumberdaya Alam, h. Peningkatan Keamanan Daerah. 

Debat ini terdiri dari 2 paslon Gubernur tahun 2024 yakni nomor urut 1 Helmi Hasan berpasangan dengan Mian dan Paslon Nomor urut 2 Rohidin Mersyah yang berapasangan dengan Meriani dan disaksikan oleh Komisioner KPU, Forkopimda, unsur terkait dan para pendukung. 

Ketua KPU Provinsi Bengkulu dalam sambutannya bahwa tujuan debat ini untuk memenuhi ketentuan tentang kampanye pilgub 2024. Debat ini sebagai media kampanye dan pendidikan politik kepada masyarkat untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilihan 27 November mendatang. 

"Debat ini sebagai wadah untuk menyebarluaskan visi dan misi masing-masing paslon gubernur Bengkulu sebagai pertimbangan bagi masyarakat untuk memilih dan menggali tema dan sinkronisasi visi misi untuk menyongsong pemerintahan lima tahun mendatangkan, " Jelasnya. 

Kemudian, masing-masing paslon memaparkan visi dan misi jika nanti terpilih menjadi Gubernur Bengkulu. Pasangan Helmi Hasan-Mian memiliki visi untuk membantu rakyat Bengkulu dengan fokus pada infrastruktur dan akses layanan dasar. Misinya meliputi perbaikan jalan yang rusak di seluruh provinsi, menyediakan ambulans di setiap desa untuk memastikan akses kesehatan yang cepat, serta menggratiskan biaya pendidikan, termasuk biaya bangunan sekolah tingkat SMA/sederajat, hingga tak ada lagi ijazah siswa yang ditahan karena ketidakmampuan membayar.

Selanjutnya, Pasangan Rohidin Mersyah-Meriani, berfokus pada kemajuan Bengkulu melalui perlindungan pekerja, layanan kesehatan gratis tanpa perlu BPJS (cukup dengan KTP), penyerapan lapangan pekerjaan, serta pengembangan infrastruktur pertahanan dengan rencana membangun pelabuhan angkatan laut untuk menjaga kedaulatan laut provinsi. Mereka juga ingin melanjutkan kemajuan yang telah diraih Bengkulu di tingkat nasional.

 

 

 

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Mevitasari