Harga TBS Kelapa Sawit Anjlok, Petani Bengkulu Selatan Mengeluh
Indonesiaraja.com,Bengkulu Selatan- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pengepul kembali merosot. Saat ini, harga beli TBS sawit hanya Rp2.300 per kilogram, turun dari Rp2.550 per kilogram pekan lalu. Penurunan signifikan ini membuat para petani sawit mulai mengeluhkan tingginya biaya perawatan dan pengelolaan kebun yang tidak sebanding dengan harga jual, Rabu (15/01/2025).
"Sudah dua hari ini harga sawit turun. Memang ada pemberitahuan dari pabrik kalau harga beli mereka ikut turun," ungkap Topik (45), pengepul TBS sawit dari Kecamatan Pino Raya.
Meskipun harga turun, Topik memastikan tidak ada pembatasan atau potongan berdasarkan grade TBS.
"Sekarang pembelian TBS sifatnya universal, tidak ada kriteria khusus. Semua ukuran TBS diterima dengan harga yang sama," tambahnya.
Pengepul lain, Sandi Putra (35), turut mengeluhkan penurunan harga TBS ini. Menurutnya, situasi ini makin menyulitkan petani yang hasil panennya juga sedang menurun.
“Kalau harga terus turun, apalagi sampai di bawah Rp2.000, pasti petani akan rugi besar,” ujarnya.
KTU PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS), Softjan Tjiawi, menjelaskan bahwa penurunan harga TBS di tingkat pabrik dipengaruhi oleh fluktuasi harga crude palm oil (CPO) dunia.
“Faktor seperti perubahan kurs dollar terhadap rupiah, gangguan keamanan internasional, hingga dampak perang Rusia dan Ukraina sangat memengaruhi harga CPO,” terangnya.
Softjan menambahkan bahwa sebagian besar CPO Indonesia diekspor, sehingga gangguan di pasar global akan langsung berdampak pada harga di tingkat petani.
Penurunan harga TBS ini menjadi tantangan berat bagi petani sawit di Bengkulu Selatan. Dengan kondisi panen yang juga menurun, mereka berharap ada upaya stabilisasi harga agar tidak terus merugi.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250095 views
