Harga TBS Sawit di Bengkulu Selatan Anjlok, Petani Diminta Jaga Kualitas
Indonesiaraja.com, Bengkulu Selatan- Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, mengalami penurunan, pada Kamis (16/01/2025).
Harga TBS sawit tercatat turun menjadi Rp 2.250 hingga Rp 2.300 per kilogram, padahal sebelumnya harga TBS sawit sempat bertahan di angka Rp 2.800 per kilogram.
Penurunan harga ini telah terjadi sejak awal tahun 2025, yakni sekitar dua minggu belakangan. Menurut Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Bengkulu Selatan, Ahmad Sukirman, fluktuasi harga TBS sawit ini lebih dipengaruhi oleh harga pasar CPO (Crude Palm Oil) dunia, bukan karena faktor pergantian tahun.
"Jadi harga sawit ini mengalami naik atau turunnya lebih mengikuti harga pasar CPO dunia, bukan karena pergantian tahun," jelas Sukirman.
Harga TBS sawit diketahui dapat berubah setiap hari, tergantung pada ketentuan pasar dan kondisi pasar CPO dunia. Pihak Dinas Pertanian Bengkulu Selatan tidak dapat melakukan intervensi terhadap harga tersebut, karena harga sudah ditentukan oleh mekanisme pasar.
“Harga bisa berubah setiap hari, tergantung dari ketentuan dan pasarnya. Kami hanya mengikuti harga yang telah ditetapkan setiap hari,” ujar Sukirman.
Sukirman juga mengimbau kepada para petani sawit di Bengkulu Selatan untuk menjaga kualitas TBS sawit yang mereka hasilkan. Kualitas yang buruk dapat memengaruhi harga jual, bahkan dapat menyebabkan harga TBS sawit menjadi lebih rendah.
“Kami minta para petani menjaga kualitas TBS sawit saat panen. Hal ini sangat penting agar harga jual sawit tetap baik dan jika terjadi penurunan harga, tidak terlalu drastis,” tambahnya.
Dengan menjaga kualitas TBS sawit, diharapkan para petani bisa mendapatkan harga jual yang lebih stabil dan menguntungkan, meskipun harga pasar mengalami fluktuasi.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250033 views
