Jalanan Bengkulu Dipenuhi Penjual Jagung dan Arang, Jelang Tahun Baru
Indonesiaraja.com,Bengkulu- Suasana di Kota Bengkulu semakin meriah dengan dipadatinya jalan-jalan utama oleh para pedagang musiman. Mereka menjual beragam barang seperti jagung, arang, hingga kebutuhan untuk pesta tahun baru lainnya, Selasa (31/12/2024).
Fenomena ini menjadi tradisi tahunan masyarakat Bengkulu yang biasa merayakan malam tahun baru dengan cara sederhana, namun penuh kebersamaan. Membakar jagung, ikan, ayam, atau makanan lainnya bersama keluarga, teman, atau pasangan menjadi momen yang dinantikan. Kebiasaan ini sudah melekat sebagai salah satu cara masyarakat lokal menyambut tahun yang baru.
Salah seorang pedagang jagung di kawasan pasar Minggu Sandi mengaku permintaan akan jagung dan arang meningkat tajam sejak beberapa hari terakhir.
"Kalau sudah mendekati tahun baru begini, penjualan selalu ramai. Banyak yang beli untuk pesta bakar-bakaran di rumah," ujar Sandi.
Selain itu, masyarakat Bengkulu juga memiliki tradisi lain dalam menyambut malam tahun baru, yaitu menyalakan petasan dan kembang api. Di kawasan wisata Pantai Panjang, suara petasan biasanya sudah terdengar sejak sore hingga tengah malam.
Pantai Panjang menjadi salah satu destinasi favorit bagi warga untuk menikmati suasana malam tahun baru karena pemandangannya yang indah dan udara yang sejuk.
Namun, tidak sedikit pula warga yang memilih merayakan tahun baru di rumah. Mereka biasanya berkumpul bersama keluarga atau kerabat terdekat, menikmati hidangan hasil bakaran, dan berbagi kebahagiaan dalam suasana yang lebih intim.
Pemerintah Kota Bengkulu pun telah menghimbau masyarakat untuk merayakan tahun baru dengan tertib dan tetap menjaga keselamat.
"Kami mengimbau warga untuk tidak menyalakan petasan secara berlebihan serta menjaga kebersihan lingkungan setelah perayaan selesai," jelasnya.
Meski terlihat ramai dan semarak, beberapa pihak juga mengingatkan pentingnya memperhatikan dampak perayaan tahun baru, seperti kebisingan, polusi udara, dan sampah yang ditinggalkan. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama agar perayaan tidak meninggalkan masalah bagi lingkungan dan warga lainnya.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250074 views
