Skip to main content
x
Merasa ditipu, warga di Kota Bengkulu dibunuh, pelaku serahkan diri ke polda Bengkulu, Senin 11/11/24 (Foto:Ilustrasi pembunuhan)

Merasa Ditipu, Pelaku Pembunuhan Di Rumah Sunat Modern Menyerahakan Diri

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Motif di balik pembunuhan Marianti Wijaya (62) di Rumah Sunat Modern, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, akhirnya terungkap. DG (48), tersangka dalam kasus ini, mengaku bahwa tindakannya dilatarbelakangi oleh konflik terkait transaksi jual beli tanah yang berujung pada kekecewaan dan kemarahan.

DG mengungkapkan bahwa ia telah membeli sebidang tanah dari korban senilai Rp110 juta, dengan pembayaran uang muka sebesar Rp60 juta dan tambahan Rp20 juta melalui seorang perantara berinisial AR. 

Namun, saat DG berusaha membersihkan lahan tersebut, ia dicegah oleh pihak lain yang mengklaim bahwa tanah itu sudah dijual kepada orang lain. Merasa ditipu dan dirugikan, DG mendatangi rumah korban untuk meminta penjelasan.

Pada Jumat pagi (08/11/2024), DG dan korban bertemu di rumah anak korban. Pertemuan yang dimaksudkan untuk klarifikasi ini justru berujung pada adu mulut yang semakin memanas, hingga memicu tindakan keji dari tersangka.

"Tersangka mengaku frustrasi karena merasa ditipu oleh korban dalam urusan jual beli tanah. Dalam situasi memanas, ia gelap mata dan melakukan penusukan," jelas Kasubnit Jatanras Polda  Bengkulu, Kompol Ahmad Muzrin Muzni.

Ketika emosinya memuncak dalam perdebatan, DG mengambil pisau dari tas pinggangnya dan menusuk Marianti tiga kali di bagian dada, menyebabkan korban tersungkur di teras rumah anaknya akibat luka tusuk tersebut. Setelah melakukan tindakan tersebut, DG sempat melarikan diri, namun pada akhirnya menyerahkan diri ke Polda Bengkulu.

Kini, DG ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, serta pasal 338 KUHP sebagai subsider. Kasus ini tengah ditangani oleh pihak berwenang untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

 

 

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Mevitasari