Skip to main content
x
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, dikeluhkan nelayan, Senin 27/01/2025 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Nelayan Tradisional Pasar Bawah Keluhkan Cuaca Ekstrem yang Membahayakan

Indonesiaraja.com,Bengkulu Selatan- Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, selama beberapa bulan terakhir, mengundang keluhan dari nelayan tradisional di Pasar Bawah. Gelombang tinggi disertai angin kencang mempersulit mereka untuk melaut, bahkan membahayakan keselamatan mereka, Senin (27/01/2025).

Rahman (50), seorang nelayan yang sudah berpengalaman sejak tahun 1992, mengungkapkan bahwa melaut dalam kondisi cuaca buruk seperti saat ini adalah mempertaruhkan nyawa. 

“Saat cuaca buruk itu kita sama saja mempertaruhkan nyawa,” ujarnya.

Tak hanya faktor keselamatan yang terancam, cuaca ekstrem juga berpengaruh pada pendapatan mereka. Rahman menjelaskan bahwa, meski mereka tetap nekat melaut, hasil tangkapan sangat terbatas. 

"Saat cuaca buruk, kami terpaksa pulang lebih awal meski hasil tangkapan ikan masih sedikit. Itu demi keselamatan kami," tambahnya.

Menurut Rahman, dalam kondisi cuaca buruk, biaya operasional sekali melaut bisa mencapai sekitar Rp 800 ribu. Namun, dengan kondisi seperti ini, mereka hanya bisa mengharapkan pendapatan yang jauh lebih rendah. Seperti yang dialami Rahman pada hari itu, ia hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp 2 juta, jauh dari hari-hari biasa yang bisa mencapai lebih tinggi.

“Hari ini kita perkirakan pendapatan sekitar Rp 2 juta, karena ikan yang kami tangkap sedikit. Ikan yang kami dapat antara lain ikan Kapas, ikan Beledang, dan ikan Tenggiri,” ucap Rahman.

Kondisi ini juga dialami oleh banyak nelayan lainnya di Pasar Bawah. Mereka berharap cuaca ekstrem ini segera berakhir agar mereka bisa kembali melaut dengan aman dan memperoleh hasil yang maksimal.

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari