Tahapan Pelaksanaan Haji BU Dimulai, 200 Calon Jemaah Haji Mulai Pengecekan Kesehatan
Indonesiaraja.com,Bengkulu Utara- Tahapan pelaksanaan ibadah haji untuk Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2025 telah resmi dimulai. Sebanyak 200 calon jemaah haji (CJH) mulai menjalani pengecekan kesehatan sebagai salah satu syarat wajib sebelum diberangkatkan ke tanah suci. Proses pengecekan ini dilakukan di puskesmas-puskesmas terdekat sesuai dengan wilayah tempat tinggal masing-masing calon jemaah haji.
Kepala Kantor Kemenag Bengkulu Utara, Dr. H. Nopian Gustari, menjelaskan bahwa pengecekan kesehatan ini merupakan bagian dari persiapan penting untuk memastikan kondisi fisik CJH agar siap melaksanakan ibadah haji.
"Pengecekan sudah dimulai serentak di puskesmas dan berjalan lancar," kata Nopian.
Dalam pelaksanaan pengecekan kesehatan, Kemenag Bengkulu Utara bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat. Saat ini, proses pengecekan dapat dipantau secara digital melalui aplikasi Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), yang memudahkan pihak Kemenag untuk memonitor kondisi kesehatan calon jemaah haji.
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak kesehatan, dan sejauh ini tidak ada calon jemaah haji yang terhalang oleh masalah kesehatan untuk berangkat," tambah Nopian.
Ia juga berharap agar para CJH dapat menjaga kesehatan mereka hingga keberangkatan ke tanah suci.
Sebagian besar CJH Bengkulu Utara tahun ini berusia di atas 50 tahun, namun menurut Nopian, mereka semua dalam kondisi sehat dan siap melaksanakan ibadah haji.
"Tentunya, bagi yang memiliki penyakit bawaan, tim medis akan memberikan saran dan analisa lebih lanjut," ujar Nopian.
Dokter Setyowati, tim medis dari Puskesmas Perumnas Arga Makmur yang bertugas dalam pengecekan kesehatan, mengungkapkan bahwa prosedur pemeriksaan dimulai dengan wawancara untuk mengetahui riwayat penyakit setiap calon jemaah. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan fisik menyeluruh untuk memastikan kesehatan calon jemaah.
Setelah pemeriksaan selesai, hasilnya akan diinput ke dalam aplikasi Siskohat, sehingga baik Dinas Kesehatan, Kemenag, maupun panitia haji dapat memantau kondisi kesehatan setiap calon jemaah haji yang terdaftar untuk keberangkatan tahun 2025.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250084 views
