Skip to main content
x
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup memanfaatkan lahan, di Rejang Lebong, Sabtu 28/12/2024 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Lapas Kelas IIA Curup Dukung Ketahanan Pangan dengan Usaha Pertanian dan Perikanan

Indonesiaraja.com,Rejang Lebong- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk mengembangkan usaha pertanian dan perikanan sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. Inisiatif ini dilakukan untuk memberdayakan warga binaan pemasyarakatan (WBP) sekaligus mendukung program swasembada pangan yang digencarkan Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (28/12/2024).

Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Ronaldo Devinci Talesa, mengatakan bahwa lapas tersebut saat ini dihuni oleh lebih dari 650 narapidana dan tahanan dari tiga kabupaten di Provinsi Bengkulu, yaitu Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong.  

“Pemanfaatan lahan ini sejalan dengan instruksi Kementerian Imigrasi Pemasyarakatan yang mendorong semua lapas dan rutan untuk memaksimalkan penggunaan lahan demi menyukseskan program ketahanan pangan nasional,” ujar Ronaldo saat dihubungi, Sabtu (28/12/2024).  

Menurut Ronaldo, usaha yang dikembangkan meliputi budidaya tanaman pepaya california, labu siam, jamur tiram, maggot, serta pemeliharaan ikan lele. Rumah dinas yang tidak terpakai dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya jamur tiram dan maggot.  

Usaha pertanian dan perikanan ini sudah mulai membuahkan hasil. Ikan lele dan jamur tiram dipasarkan ke pedagang di Pasar Atas Curup, sedangkan pepaya california dijual kepada pengepul buah yang datang langsung ke lapas. Maggot hasil budidaya dijual sebagai pakan ternak kepada peternak ayam, burung, dan ikan.  

Ronaldo menambahkan, program ini tidak hanya bertujuan untuk pembinaan mental dan perilaku, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan yang bisa diterapkan setelah mereka bebas.  

“Melalui kegiatan ini, warga binaan dapat memiliki kemampuan dan keterampilan yang bermanfaat, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan,” ujarnya.  

Program inovasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi lapas lainnya dalam memberdayakan narapidana sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

 

Reporter : Hanny Try 

Editor : Sherly Meviitasari