Skip to main content
x
Waspada penculikan anak, di Rejang Lebong, Kamis 30/01/2025 (Foto:Hanny)/Indonesiaraja.com

Percobaan Penculikan Anak Gegerkan Warga Rejang Lebong

Indonesiaraja.com,Rejang Lebong- Masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong tengah diliputi rasa cemas pasca-tersebar kabar mengenai percobaan penculikan anak yang terjadi di Kelurahan Air Duku, Kecamatan Selupu Rejang, pada Rabu (29/1/2025) sore kemairn.

Kejadian ini melibatkan seorang bocah berusia dua tahun yang hampir diculik oleh dua orang tak dikenal yang menggunakan sepeda motor. Peristiwa itu bermula ketika CE (35), seorang ibu rumah tangga, sedang berjalan kaki bersama anaknya menuju rumah setelah mengunjungi salah satu keluarga di sekitar lokasi. Ketika perjalanan pulang, ibu korban sedang asyik mengobrol dengan suaminya melalui pesan singkat, sementara anaknya berlari-lari di depan.

Sekitar pukul 16.30 WIB, tiba-tiba terdengar tangisan anaknya. Saat ibu korban mencari sumber suara, ia sangat terkejut mendapati anaknya sudah berada di atas sepeda motor milik dua orang misterius. Melihat kejadian tersebut, ibu korban segera berteriak, yang membuat kedua pelaku langsung menurunkan anaknya dan melarikan diri.

Kapolsek Selupu Rejang, Iptu Ibnu Sina Alfarobi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengunjungi rumah korban pada Kamis (30/01/2025) untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

 "Benar, ada kejadiannya. Kami sedang mendalami kasus ini," ujar Kapolsek.

Sebelum kejadian, ibu korban sempat melihat kedua orang misterius itu berhenti di pinggir jalan. Awalnya, ia tidak merasa curiga, mengira keduanya adalah pegawai koperasi. Namun, setelah anaknya menangis, ia terkejut menemukan sang anak sudah berada di atas motor mereka. Beruntung, berkat teriakan ibu korban, kedua pelaku segera menurunkan anak dan melarikan diri ke arah yang tidak diketahui.

Polisi saat ini masih menyelidiki kasus ini dan meminta masyarakat untuk tetap waspada. Peristiwa ini membuat warga setempat semakin khawatir akan keamanan anak-anak mereka.

 

Reporter : Hanny Try

Editor : Sherly Mevitasari