Distankan RL Ajukan Usulan Perbaikan Jaringan Irigasi Tersier Sejumlah 11.000 Meter ke Pemerintah Pusat
Indonesiaraja.com,Rejang Lebong- Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengungkapkan bahwa kerusakan jaringan irigasi tersier di wilayah tersebut membutuhkan perbaikan segera. Kerusakan yang terjadi mencakup sekitar 11.000 meter saluran irigasi yang tersebar di 70 titik, melibatkan kondisi tertimbun, terputus, bocor, dan saluran yang perlu disambung kembali, Selasa (28/01/2025).
Kepala Distankan Rejang Lebong, Amrul Eby, menjelaskan bahwa saluran irigasi yang mengalami kerusakan ini bukan merupakan kewenangan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) pengairan, PU Provinsi, atau Balai Air dan Sungai, melainkan merupakan aset murni milik Kabupaten Rejang Lebong.
"Kegiatan perbaikan ini menjadi prioritas bagi kami tahun 2025, karena jika menunggu APBD Kabupaten Rejang Lebong, dana yang tersedia sangat terbatas dan prosesnya akan memakan waktu lama," kata Amrul.
Amrul berharap bantuan dari pemerintah pusat untuk memperbaiki kerusakan ini segera terealisasi pada tahun ini, dengan harapan sisanya dapat diselesaikan pada tahun 2026. "Pemerintah pusat telah membuka peluang besar untuk mendukung kegiatan pertanian, dan kami berharap bantuan ini bisa turun tahun ini," tambahnya.
Usulan perbaikan jaringan irigasi telah disampaikan kepada Bupati Rejang Lebong yang saat ini menjabat, serta kepada Bupati terpilih dan DPRD Kabupaten Rejang Lebong.
"Kami sudah menyampaikan informasi ini kepada semua pihak terkait, dan kami jelaskan bahwa di Kabupaten Rejang Lebong terdapat 1.100 hektare sawah yang mengalami masalah dengan pasokan air. Sementara lahan sudah ada, yang diperlukan hanya perbaikan irigasinya," tegas Amrul.
Selain itu, terkait dengan program cetak sawah baru, Amrul menjelaskan bahwa sebelum program tersebut dapat dilaksanakan, perlu dilakukan Detail Engineering Design (DED) atau survei lapangan yang lebih konkret. Saat ini, pihaknya belum memiliki data visual yang cukup terukur untuk mendukung program tersebut.
Amrul juga menyebutkan potensi pencetakan sawah baru berada di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Kota Padang, Sindang Beliti Ilir, Bermani Ulu, dan Bermani Ulu Raya. Namun, ia menekankan bahwa yang paling mendesak saat ini adalah pembangunan bendungan untuk memastikan ketersediaan air yang cukup, terutama mengingat adanya kemungkinan dampak El Nino yang mempengaruhi pasokan air.
Sebelumnya, Distankan Rejang Lebong telah mengajukan usulan perbaikan untuk 70 titik jaringan irigasi kepada Kementerian Pertanian. Jaringan irigasi yang rusak ini terletak di 34 desa/kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan dari total 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.
Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan daerah dan mendukung sektor pertanian dengan mempermudah akses air bagi petani di wilayah tersebut.
Reporter : Hanny Try
Editor : Sherly Mevitasari
- 250047 views
