Skip to main content
x
Pemerintahan Indonesia akan mengadakan pagelaran busana batik di istana negara tanggal 1 Oktober 2023 Mendatang, Sabtu 30/9/23 (Foto:Alansaputra)

Menyambut Hari Batik Nasional "Istana Batik" Diikuti 1000 Figur Publik

Indonesiaraja.com, Bengkulu - Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2023, Pemerintahan Indonesia akan mengadakan pagelaran busana batik di istana negara tanggal 1 Oktober 2023 Mendatang. 

Pagelaran busana batik tersebut mengangkat tema ‘Istana Berbatik’. Acara tersebut akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana dan  melibatkan 1000 figur publik, yakni pejabat negara, duta besar, atlet berprestasi, hingga model.

Kemudian, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo selaku Ketua Panitia dalam acara tersebut mengatakan Istana Berbatik Ini akan menjadi momentum yang bersejarah untuk indonesia dan sekaligus memperkenalkan batik indonesia di manca negara. 

Selanjutnya, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/ Baparekraf Nia Niscaya dalam "Weekly Brief With Sandi Uno", menjelaskan pada 2 Oktober 2009, batik menggema pertama kali di ruang sidang UNESCO yang bertempat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. 

Melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguard of the Intangible Cultural Heritage, batik resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) milik Indonesia.

“Istana Berbatik menjadi bagian untuk merayakan hari batik nasional yang dirayakan setiap tanggal 2 Oktober. Dan pagelaran ini menjadi momentum untuk mempromosikan batik ke kancah internasional,” ujar Nia Niscaya.

Pelaksana Tugas Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf Ni Komang Ayu Astiti juga menjelaskan bahwa event bersejarah itu akan diisi dengan fashion show, pertunjukan musik dan tari, serta eksibisi batik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional.

Pagelaran Istana Berbatik ini akan memperkuat berbatik sebagai warisan budaya dunia UNESCO dari Indonesia. Penetapan tersebut juga mengingatkan masyarakat bahwa batik harus terus dilestarikan dalam kehidupan seharihari.

"Batik itu kayak life cycle. Saat masih digendong, kita pakai batik. Bahkan saat upacara ibu hamil, pakai batik. Berpulang ditutup dengan batik Itu jadi bagian kehidupan kita," ucap Nia.

Sementara, Plt. Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf Ni Komang Ayu Astuti mengatakan bahwa agenda yang melibatkan banyak kementerian/lembaga tersebut melalui kurasi, terutama batik-batik yang akan dikenakan para model dalam bentuk fashion show.

Selain itu, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bengkulu yang juga merupakan Wakil Ketua II DPRD Provinsi Bengkulu H. Suharto, MBA., menyambut baik pelaksanaan Hari Batik Nasional dan fashion show busana batik tersebut.

“Batik saat ini sudah mendunia. Kalau dulu merupakan pakaian busana tradisional rakyat kebanyakan, sekarang batik sudah mendunia bahkan disukai semua orang karena batik mempunyai nilai seni dan budaya yang tinggi,” kata Suharto.

” Hal-hal yang mengandung nilai seni dan budaya yang tinggi ini harus dilestarikan, agar budaya batik tetap abadi dan tidak lekang oleh jaman. Saya pun selalu berusaha untuk berpakaian batik dalam berbagai kesempatan, sekalian membantu untuk melestarikan batik itu sendiri,” pungkas Suharto.


 

 

 

Reporter : Alansaputra

Editor : Alna